Sabtu, 21 November 2015

Tebing Keraton

Tebing Keraton, Cara Kesana Dan Pemandangan Sorenya



 Siapa bilang di Bandung ga punya wisata tebing? Kalau bukit emang banyak Nah buat kalian wajib tau nih, apalagi warga Bandung, sekarang ini di Bandung ada tebing yang cukup tinggi dan spektakuler, namanya Tebing Keraton. Wih! dari namanya kayak mistis-mistis gitu, ntar ngilang lagi pas disana? hahaha Gak kok, ga seserem itu juga dan bukan daerah mistis menurut gue, ya paling cerita-cerita warga daerah sih ada, ga perlu diseriusin asal sopan aja disana dan ga mengganggu
Tebing Karaton Dago Bandung

Jalan-Jalan Ke Tebing Keraton Di Dago, Bandung

Tempat wisata baru di Bandung yang satu ini baru muncul sekitar bulan Mei 2014. Dan founder dari tebing keraton ini namanya Pak Asep. Kalau kalian kesana, kalian bakal tau asal muasal tebing ini, disana ada papan informasi mengenai cikal bakal Tebing Keraton

Tebing Keraton Di Dago Pakar

Arti Nama Dan Ketinggian

Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis loh, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang gue baca disana.
Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Penasaran sama gimana awesomenya tebing keraton? Oke gue share foto-foto dan ulasan waktu bertandang ke Tebing Keraton, Review, Rute Jalan sama koordinat Google Mapsnya.
Pemandangan Tebing Keraton Bandung

Pemandangan

Disini kalian bakal nemuin view dari ketinggian Bandung yang beda dari biasanya, kalau di Bukit Bintang, Moko dan sebagainya kalian bisa ngeliat lampu kota yang keren di malam hari, nah kalau disini beda banget. Disini kalian di cekokin sama pemandangan hutannya Taman Hutan Ir. H. Juanda dari ketinggian. Pokoknya sejuk banget, ngeliat pemandangan yang serba ijo kaya duit 20rb-an gitu Gue saranin coba dateng pas sunrise maupun sunset, Beuh! Kalian bisa dapetin foto yang keren-keren, coba cari aja image di Google ‘Tebing Keraton’, kamu bisa temuin banyak orang-orang selfie disana.
Tebing Keraton

Tips & Biaya Masuk

Sekedar tips buat kalian yang mau kesini sih usahain bawa jaket, sama sepatu. Soalnya hawa disini cukup dingin apalagi pagi hari dan hati-hati juga tempat berpijak di tebing ini pasir kering gitu, jadi cukup licin. Kan bisa wasallam kalau kepeleset dikit apalagi pengamanan disini belum terlalu bagus, cuma di pasang bambu-bambu. Ya mungkin karena baru, intinya walaupun nyali kalian gede tetep berhati-hati lah. Jangan bawa anak-anak lebih baik, apalagi di lepas berkeliaran Sekarang Tebing Keraton ini udah lumayan rame daripada awal-awal Mei-Agustus, jadi agak berdesak-desakan di ujung tebing. Terus sekarang juga udah ada biaya masuknya yaitu Rp 11.000/orang, itu udah termasuk asuransi tapi belum parkir, untuk motor Rp 5.000 untuk mobil Rp 10.000. Usahakan perhatiin kondisi rem kendaraan jangan sampai blong, bukan masalah pas naek aja, pas turun juga nungkik abis kayak tendangan tsubasa, rencana mau pulang terus share pengalaman dari Tebing Keraton, apa lacur malah loncat dari tebing lainnya pas turunan, gak mau kan? Dan jangan lupa, bensin. Iya disini bukan jalan raya yang tiap berapa kilo ada akang bensin jualan.
Pemandangan Tebing Keraton

Rute Jalan Ke Tebing Keraton

Banyak yang nanya, cara ke tebing keraton ini gimana? mobil bisa masuk? Jalananya gimana? Oke gue jawab satu-satu. Sebenernya ga terlalu susah nemuin ini Tebing, gue kesini tanpa bawa peta, tanpa nanya-nanya di jalan. Traveler sejati
Rute Jalannya ke Tebing Keraton:
  1. Kalian harus temuin Tahura atau yang dikenal Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, itu letaknya ada di Dago Pakar. Pokoknya ke arah dago atas, cari plang tulisan Dago Pakar/Bukit Pakar, ikutin terus nanti kalian bakal temuin gapura Taman Hutan Raya dibagian kiri.
  2. Udah sampe Tahura? Lurus terus, ikutin feeling. Sampe deh.
Penjelasannya ga guna ya? hahaha cuma perasaan. Lagian gue emang kesananya gitu doang, cuma ikutin jalan gede dan seinget gue jalanannya ga becabang-cabang. Buat pastinya kalian bisa ikutin
Tapi kalian kalau bingung ga usah malu-malu nanya sama warga sekitar, dijawab ramah dan pasti dikasih jalan yang lurus. Buat mobil juga masuk kok, cuma ada beberapa pengkolan yang cuma bisa dilewatin satu mobil, jadi agak ribet kalau papasan sama mobil depan. Gue saranin pake motor dan gue rasa itu lebih bijak. Selain lebih cepet, gak mau ribet juga kan pas disana? Satu lagi, kalau bawa motor kurangi bawa beban berat soalnya agak curam tanjakannya. Motor matic gue aja gak kuat, penumpang mesti diturunin dulu :(
Sore Hari Di Tebing Keraton Bandung

Jalanannya

Kalau dari Tahura itu kira-kira perjalanan ke atas sekitar 3,5km, deket sih cuma jalanannya itu bikin speachless. Udah aspal cuma lumayan rusak, bayangin aja aspal rusak feat jalanan yang naik banget. Intinya kalau mau kesana ikutin jalan gede, ikutin plang Dago Pakar/Bukit Pakar, ketemu rumah-rumah gede dan bakal muncul plang Tebing Keraton, plang khusus Tebing Keraton ini cukup kecil sih, kayaknya buatan warga jadi kalian harus jeli. Tapi mungkin udah diperbaiki sejalan sama makin banyaknya orang dateng kesana.
Oke cukup sekian yang bisa gue share sekarang. Meskipun jalanannya sukses bikin pantat gue emosi, tapi dijamin ga akan nyesel berkunjung kesana. Saran buat kalian semua yang mau ke Tebing Keraton tolong pelihara lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, jangan pecicilan waktu di ujung tebing, ya kalau mau nyawa kalian cuma dibayar Rp 20.000.000 sama pihak asuransi sih silahkan, dan sopan. Oh ya kalau gue perhatiin di Tebing Keraton kebanyakan anak muda yang dateng, sepertinya buat wisata keluarga juga kurang pas hehe. Btw kalau mau kesana dari Jakarta/luar kota, bisa cari hotel murah di Bandung sekitaran dago.
Perjalanan yang cukup berliku dan turun naik bakal terbayarkan sama pemandangan yang chakeeep, oh ya jangan dateng kesini lebih dari jam 6PM, soalnya udah tutup dan ngapain juga ngeliatin hutan yang ga ada lampunya malem malem? Akhir kata, Selamat jalan-jalan bro!



http://www.bonjourbag.com/blog/tebing-keraton/


Batu Kuda

Situs Batu Kuda Gunung Manglayang Bandung Yang Penuh Misteri

 Seperti di Bandung Timur ada sebuah destinasi wisata yang unik dan sedikit misterus. Lokasinya berada di perbukitan Gunung Manglayang. Namanya sendiri adalah situs Batu Kuda, sebuah tempat wisata yang indah den segar. Situs Batu Kuda ini juga merupakan aset Perum Perhutani yang berada di wilayah Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.Sebelum mengenal lebih dekat mengenai Situs Batu Kuda Manglayang, mari kita lihat lebih dekat mengenai latar belakang destinasi wisata ini. Diceritakan kalau kata “Manglayang” ini sebenarnya berasal dari kata “layang”. Sudah jelas “layang” adalah terbang.
Jadi ceritanya dahulu kala menurut mitosnya, ada seekor kuda yang bisa terbang  dengan cepat. Kuda itu berasal dari Gunung Kidul dikenal dengan nama Kuda Semprani/ Kuda Sembrani. Nah, ketika si kuda ini sedang melintasi Gunung Manglayang, saat dalam perjalananya dari Cirebon menuju Banten.
Batu besar di Situs Batu Kuda inilah yang dipercaya sebagai tempat kuda Semprani terjebak.
Batu besar di Situs Batu Kuda inilah yang dipercaya sebagai tempat kuda Semprani terjebak.
Tiba – tiba kuda tadi terjatuh, dansang kuda kemudian terperosok disebuah tempat yang berada tidak jauh dari titik sanghiyang (artinya kaki gunung). Kuda itu terjebak dalam waktu yang cukup lama, sehingga membuat tempatnya terperosok berubah menjadi kubangan. Diceritakan dalam mitosnya, lambat laun kuda tadi lalu berubah menjadi batu.
Percaya atau tidak mengenai mitos itu, sekarang ini kuda yang dimaksud tadi adalah wujud batu besar yang ada di Situs Batu Kuda Manglayang. Memang dariu bentuk batu yang ada, mirip dengan ketika si kuda tersebut mencoba meloloskan diri kubanga. Namun tenaga si kuda tersebut terlanjur habis karena kelelahan.
Hingga akhirnya si penunggang kuda semprani menyerah lalu duduk di sebuah kursi yang berada tidak jauh dari kubangan kuda. Kemudian tempat sang penunggang duduk disebut sekarang ini dikenal dengan Batu Kursi. Sedangkan kubangan tempat si Kuda Semprani terjerembab sekarang ini dikenal dengan nama Batu Kuda.
Sementara ini adalah Batu Kursi, tempat si penunggang kuda duduk.
Sementara ini adalah Batu Kursi, tempat si penunggang kuda duduk.
Situs Batu Kuda, bisa dicapai dengan melewati beberapa jalur. Jalur paling gampang menuju Situs Batu Kuda adalah lewat jalur Cibiru. Pertama, dari Bandung kota teman – teman traveler ambil arah ke Cibiru, lewat bundaran timur Kota Bandung ke arah Cileunyi. Kira – kira setelah kurang lebih 3 km dari Bundaran Cibiru akan ada jalan belok kiri agak naik keatas, ikuti saja jalur tadi.
Perjalanan terus ke arah atas hingga Batu Kuda kurang lebih sekitar 7 kilometer. Sepanjang perjalanan mungkin jalannya agak sempit, tapi diimbangi dengan pemandangan indah dan hawa dingin Kota Bandung yang membuat siapapun suka. Kalau merasa bingung, jangan malu untuk bertanya pada penduduk sekitar.
Pemandangan hutan pinus juga salah satu daya tarik lain Situs Batu Kuda Manglayang, Bandung.
Pemandangan hutan pinus juga salah satu daya tarik lain Situs Batu Kuda Manglayang, Bandung.
Situs Batu Kuda ini memang agak mistis, bahkan ada aturan yang berlaku, setiap hari Senin dan Kamis para pendaki atau siapapun dilarang memasuki area Gunung Manglayang. Karena menurut kepercayaan setempat, itu adalah hari berkumpulnya para leluhur dan ruh halus. Selain itu pada hari lainnya pun jika mendaki tidak diperkenankan dalam jumlah yang ganjil. Teman – teman traveler yang berkunjung ke Situs Batu Kuda sebaiknya juga ikut memperhatikan peraturan setempat seperti ini.
Daya tarik Situs Batu Kuda sendiri sudah terlihat setelah masuk ke dalam, melewati gerbang Batu Kuda. Setelah masuk, akan terlihat hamparan hutan pinus yang lebat menyambut kedatangan teman – teman traveler. Setelah sampai Hutan Pinus cobalah beristirahat sebentar di tengah – tengah area Pohon Pinus yang sangat indah ini. Resapi kesunyian yang ada sambil mensyukuri nikmat keindahan alam yang ada disini.
Berhenti sejenak, nikmati suasana hutan pinus yang segar dan menenangkan.
Berhenti sejenak, nikmati suasana hutan pinus yang segar dan menenangkan.
Di tempat wisata Situs Batu Kuda juga tersedia banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai dari kegiatan camping, trekking, hingga bersepeda. Tidak lupa sekedar bersantai diantara banyak pohon pinus cantik disini. Udaranya sudah pasti segar sekali! Asiknya lagi, teman – teman traveler bisa mengunjungi Situs Batu Kuda hanya dengan membayar tiket IDR 3000 per/orang dan tambahan IDR 5000 jika ingin camping disini.
Meskipun tempat ini adalah wisata alam, namun sebagian besar fasilitas penunjang sudah cukup lengkap. Di tempat wisata Situs Batu Kuda sudah ada pendukung umum tempat wisata seprti warung – warung pedagang makanan, lapangan parkir, toilet, mushola dan lain-lain. Jadi jangan takut untuk kelaparan atau kebingungan jika memerlukan sesuatu di Situs Batu Kuda.
Fasilitas tempat wisata Situs Batu Kuda sudah cukup lengkap.
Fasilitas tempat wisata Situs Batu Kuda sudah cukup lengkap.
Note : Bandung adalah kota besar di Jawa barat, dan sudah mempunyai bandara internasional. Untuk mengunjungi Bandung bisa terbang langsung ke Bandung dengan pesawat, atau terbang ke Jakarta dahulu baru melanjutkan perjalanan darat dengan travel atau kereta api.



http://blog.reservasi.com/situs-batu-kuda-gunung-manglayang-bandung/ 

Gunung Puntang

Wisata Ke Gunung Puntang Bandung



Kali ini kita meninjau wisata ke Gunung Puntang, sebuah tempat wisata di Bandung Selatan. Gunung Puntang ini menjadi salah satu gunung bersejarah di Bandung, karena ada petilasan loji Belanda, Goa Belanda sekaligus dulu merupakan basis stasiun pemancar radio colonial yang menyebarkan berita ke seluruh dunia.
Lokasi Gunung Puntang ini sekarang menjadi base camp perkemahan sehingga sering digunakan oleh pelajar dan mahasiswa mengadakan camping disana.
Tentang pemandangannya, ouw jangan tanya, indah banget, kita bisa lihat gigiran tebing gunung puntang yang indah berselimut kabut. Oiya, cuaca dingin dan sering disaput kabut di sini.
Untuk mencapai gunung Puntang, yang  paling popular dari Bandung menuju arah Banjaran. He he he, biasanya cukup macet jalur ini.
Setelah sampai di Banjaran, sekitar 10 km dari Bandung Kota, perjalan dilanjutkan kea rah Pangalengan, sekitar 5 km dari arah Banjaran, ada plang yang menunjukkan arah wisata Gunung Puntang.
Kita mengambil arah kiri dari jalan Banjaran-Pangalengan di km +/- 5 km menuju arah Gunung Puntang. Jalan menuju arah gunung Puntang sudah aspal halus, dan berkelok-kelok.
Sembari menuju arah gunung Puntang, sesekali berhenti untuk melihat keindahan kota Bandung yang aduhai. Kalau malam, sungguh indah temaram malamnya dihiasi lampu kota.
Berikutnya perjalanan kita teruskan, kurang lebih 7.5 km dari pertigaan tadi kita akan masuk area wisata Gunung Puntang, dengan membayar di pos penjagaan, kurang lebih 15-20 ribu jika bawa mobil, kita bisa masuk ke area wisata.
Disitu tertera wisata apa saja yang akan kita nikmati, mulai dari goa belanda, sungai, perkemahan sampai curug/air terjun.
Untuk masuk ke bumi perkemahan, kita harus masuk lagi sekitar 1 km melalui jalur menuju perkemahan. Baru setelah masuk bumi perkemahan, kita akan melihat tebing gunung Puntang yang curam dan aduhai. Kalau pas beruntung kita dapat view yang sangat bersih, tapi kadang sering berselimut kabut.
Kita bisa rehat di bumi perkemahan, sambil menikmati mie hangat atau kopi hangat. Selain itu kita bisa jalan-jalan seputar bumi perkemahan dan menyusuri sungai atau goa belanda.
Menikmati alam gunung Puntang yang hijau dan dingin, rasanya bisa menghilangkan stress dan kembali bugar. Kalau bawa sepatu, bisa juga jogging track di lokasi yang indah ini sambil sesekali melirik gunung Puntang nan indah.
Selamat menikmati keindahan Gunung Puntang dengan segelas bandrek khas Bandung. Sore itu menjelang maghrib, kami turun ke Bandung sambil menikmati temaram malam kota Bandung yang syahdu.
Perkiraan Jarak :
Bandung – Banjaran (10 km)
Banjaran – Puntang (7 km) 

Sanghyang Tikoro dan sanghyang poek

Sanghyang atau sangiang merupakan sebutan buat sungai dan gua yang dianggap suci untuk daerah setempat di sekitaran danau Saguling. Shangyang Tikoro berasal dari dua kata. Sanghyang artinya dewa. Tikoro dalam bahasa sunda adalah tenggorokan. Tenggorokan dewa yang dimaksud adalah Gua yang beraliran sungai bawah tanah. Gua Sanghyang Tikoro berbentuk goa karts setinggi sekitar 2,5 m dengan lebar sekitar 10 meter. Untuk sampai kesini, wargi bandung harus ke Bandung Bagian Barat. Lokasinya terletak diantara kecamatan rajamandala dan Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Sanghyang tikoro bersebelahan dengan PLTA Saguling sekitar 17km dari pusat bendungan dan ada diwilayah turbin terakhir.
sanghyang poek 4

Asal muasal Sanghyang Tikoro ada beberapa versi. Menurut ilmiah, sanghyang tikoro terbentuk akibat meletusnya Gunung Sunda. Letusannya yang besar membuat seluruh gunung hancur. Letusannya membuat lubang-lubang lekukan dan lahar panasnya menyebabkan sungai di daerah Batujajar, Cililin, dan Padalarang tertimbun dan berubah menjadi lahar dingin. Lahar dingin itu lama kelamaan menggunung dan membentuk sebuah telaga yang dulu disebut Talaga Bandung. Sedangkan tanah di Padalarang dan Cililin mengandung kapur. Sedikit demi sedikit terkikis dan membentuk lubang aliran yang disebut sanghyang tikoro.
sanghyang tikoro 3
Belum banyak wisatawan yang dateng kesini karna memang agak tersembunyi. Belum ada petunjuk khusus untuk bisa sampai ke tempat ini. Untuk patokan, setelha belok ke pintu gerbang waduk saguling dari jalan raya Bandung-Cianjur sekitar satu kilometer. Wargi Bandung bakal akan menemukan papan bertuliskan “Power House”. Wargi Bandung ikuti arah kanan dan akan menemukan bangunan besar pembangkit listrik yang Power House tadi. Sanghyang tikoro tepat berada disebelah Power House.
sanghyang tikoro 4
Welcome to Sanghyang Tikoro! Cuma disini Wargi Bandung bisa merasakan melihat langsung sungai bawah tanah Sanghyang Tikoro. Disini wargi bandung bisa menikmati aliran sungai. Aliran sungai disini akan bermuara ke “Gua Misteri”. Gak pernah ada yang tau pasti, aliran sungai yang masuk ke “Gua Misteri” ini arahnya kemana. Mitosnya, kalau Wargi Bandung memasukan barang apapun bahkan sebatang lidi kedalam aliran sungai, maka bakal terdengar rintihan. Tapi mungkin mitos ini mengandung makna supaya manusia jangan membuang apapun kesungai bahkan sebatang lidi pun. Mungkin itu pesan yang ingin disampaikan nenek moyang kita ya Wargi Bandung. Percaya atau engga dengan mitosnya. Wargi Bandung dateng sendiri kesini ya!
Satu lagi wisata gua yang wajib dikunjungi setelah Sanghyang Tikoro, Wargi Bandung wajib ke Sanghyang Poek. Dibelakang Sanghyang Tikoro ada gua artistik yang dinamai Sanghyang Poek. Untuk sampai ke Sanghyang poek dari sanghyang tikoro cuma sekitar lima belas menit dengan berjalan kaki. Gak akan ada arah penunjuk disini untuk bisa sampai ke Sanghyang Tikoro. Wargi Bandung Cuma harus menyusuri sungai dengan arah berlawanan dengan aliran sungai.
sanghyang poek 2
Wargi bandung pertama akan menemukan Pipa raksasa. Ditemani aliran sungai yang semakin lama semakin tenang dan akan banyak batu yang ditemukan. Airnya juga lebihi jernih disbanding sanghyang tikoro. Hal ini dikarenakan aliran sungai Sanghyang Tikoro telah bercampur air buangan dari Power House. Setelah sekitar 1km berjalan kaki menyisiri sungai, Wargi Bandung akan menemukan Gua. Gua ini memiliki ukuran landscape miring atau diagonal. Jadi Wargi Bandung harus bermiring ria kalau masuk ke gua ini. Setelah masuk ke mulut gua, akan ada 3 lorong, lorong yang berada di tengah lah nantinya menuju Sanghyang Poek. Bila Wargi Bandung masuk kedalam, Wargi Bandung bisa merasakan tetesan air langsung dari dinding gua dan basah oleh genangan air ditambah sensasi gelap didalam gua. Diujung gua yang gelap, Wargi Bandung akan melihatsumber cahaya dimana waktu wargi bandung keluar mulut gua akan ketemu ujunggua yang landscape.
sanghyang poek 4
Perjuangannya emang agak sulit untuk sampai kesini. Tapi buat kamu yang suka tantangan? Wajib rasakan nikmati memasuki lorong gua yang relative sempit, gelap dan rasakan sensasi keluar menuju sumber cahaya dan berakhir pada sungai yang jernih berdampingan dengan batu-batuan yang cukup banyak. Gemericik air yang jernih ditambah udara sejuk dan yang pasti masih terjaga sekali kealamiannya karna belum terjamah oleh banyak wisatawan. Udah tau kan weekend ini mau travelling kemana? Yuk coba wisata gua disini!




http://www.infobdg.com/v2/wisata-gua-sanghyang-tikoro-dan-sanghyang-poek/

Jumat, 23 Oktober 2015

Air Terjun Moramo

Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo




air terjun moramo

Obyek wisata Air Terjun Moramo adalah tempat wisata yang berada di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini memiliki tujuh undakan yang bagi masyarakat setempat merupakan anugerah alam yang sangat menakjubkan, karena air terjun tersebut dipercaya masyarakat sebagai tempat mandi bagi para bidadari yang turun dari langit.



air terjun moramo sulawesi tenggaraUdara di Air Terjun Moramo sangatlah sejuk karena berada di wilayah Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa yang merupakan kawasan hutan lindung di Sulawesi Tenggara. Oleh sebab itu banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke air terjun ini karena pesona keindahan alamnya dan udaranya yang bersih dan sejuk.
Obyek wisata Sulawesi Tenggara ini juga memiliki sumber daya alam yang berupa batu marmer. Menurut penelitian, diperkirakan kandungan marmer yang berada di kawasan ini mencapai 860 milyar meter kubik. Dan merupakan sumber cadangan marmer terbesar yang ada di dunia.

Obyek wisata

jembatan air terjun moramo

Air terjun yang memiliki 7 undakan utama dan 60 undakan kecil dengan ketinggian kurang lebih sekitar 100 meter ini merupakan habitat yang baik bagi burung dan kupu-kupu serta satwa lainnya. 60 undakan kecil yang juga merupakan sebuah kolam kecil ini hanya satu yang bisa digunakan untuk berenang. Kolam yang bisa digunakan untuk berenang yaitu kolam yang berada di undakan kedua dari tujuh undakan utama Air Terjun Moramo. Dari berbagai kombinasi antara hutan lindung, obyek wisata air terjun dan habitat aneka satwa merupakan daya tarik dari obyek wisata Sulawesi ini.


Tidak hanya itu daya tarik dari air terjun ini, batuan-batuan yang tersusun menjadi undakan juga sangat indah. Wisatawan bisa berfoto di atas undakan-undakan tersebut. Jangan takut, meski undakan tersebut menjadi aliran air, tetapi batuan-batuan tersebut tidaklah licin.

Lokasi

Berada di wilayah Suaka Alam Tanjung Peropa. Tepatnya berada di Desa Sumber Sari, Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Akses

Jika Anda dari Bandara Walter Monginsidi, Anda bisa menggunakan transportasi umum menuju Suaka Alam Tanjung Peropa. Setelah sampai di tempat tersebut, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih sejauh 2 kilometer.

Fasilitas dan Akomodasi

Tersedia kamar mandi dan toilet yang bisa Anda gunakan sebagai tempat ganti pakaian setelah Anda berenang. Tersedia juga tempat beristirahat untuk Anda yang ingin melepas lelah. Dilengkapi juga dengan tempat parkir luas.
Indeks istilah umum: air terjun moramo, air terjun moramo sulawesi tenggara, Air terjun yang ada di pulau sulawesi, makalah tentang wisata ke air terjun, lokasi air terjun makassar.



http://www.gocelebes.com/air-terjun-moramo/

Cukang Taneuh


"Green Canyon"
Cukang Taneuh ( Green Canyon)

Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata juga memiliki Green Canyon sendiri yang tak kalah cantiknya. Sebenarnya tempat ini punya nama asli yaitu Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh punya arti yaitu jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka.
Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.

Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, di mana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa.

Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding-dinding untuk menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragamnya ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar lubuk. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam.

Bagi Anda yang benar-benar ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan deras sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.

Sebelum Anda memutuskan untuk ke Green Canyon, sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan uang tunai yang cukup. Pasalnya, disana tidakada bank atau ATM. Untuk ATM, tempat penginapan dan fasilitas akomodasi yang lengkap bisa Anda dapatkan di Pangandaran.

Untuk akses berperahu, disana tersedia armada perahu yang cukup banyak. Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan Anda untuk menelusuri objek wisata ini. Pada setiap perahu akan dilengkapi seorang juru dan tugas batu untuk memandu Anda dalam perjalanan.

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon yaitu :

Dari JAKARTA dan BANDUNG,

Anda bisa mengikuti Rute Arah ke Jawa Tengah dengan melalui Kota Tasik-Ciamis Kota-Kota Banjar- Pangandaran.

Dari JAWA TIMUR dan JAWA TENGAH,

Untuk JAWA TIMUR anda dapat menuju Arah JAWA TENGAH terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti jalur Arah (Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar- Pangandaran-Ciamis).

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya tidak usah repot memikirkan rute. Karena sopir akan membawa Anda Langsung ke Pangandaran(Green Canyon). Tapi yang perlu diperhatikan yaitu tempat Anda Menginap disana, anda bisa memilih penginapan yang terdapat di hotel-hotel yang tersedia banyak di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang sangat berdekatan dengan Green Canyon. (untuk data informasi hotel anda bisa lihat pada list hotel yang tesedia di situs ini).

Selamat Menikmati Liburan Panjang dengan Keluarga Anda, Kunjungi dan Nikmati Potensi Objek Wisata Kabupaten Ciamis yang lain, yang tidak kalah menariknya dengan Green Canyon.

TIKET MASUK OBJEK WISATA CUKANG TANEUH (GREEN CANYON)
a. Tiket Perahu Rp.125.000,-


  • kapasitas 1 perahu isi maks 6 orang,
  • balita terhitung 1 orang
  • buka setiap hari jam 08.00-17.00 WIB
  • hari jum`at buka mulai jam 13.00 WIB
http://www.mypangandaran.com/wisata/detail/1/cukang-taneuh--green-canyon.html

Taman Nasional Wasur

Wisata Alam – Taman Nasional Wasur – Papua 

Cara pencapaian lokasi: Dari Jayapura ke Merauke (Plane) dengan waktu 1,5 jam, kemudian dari Merauke ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu satu sampai dua jam melalui jalan trans Irian (Jayapura-Merauke)



Peneliti Badan Suaka Alam Sedunia (WWF) menemukan sekitar 390 jenis burung di Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke, Papua. Di taman nasional tersebut hidup juga sekitar 80 jenis mamalia yang 20 di antaranya endemik (Berdiam disatu tempat tertentu)Dengan memiliki sekitar 390 jenis burung, maka taman nasional itu merupakan wilayah paling kaya akan jenis burung di Tanah Papua bahkan di Indonesia.juga berkembang biak puluhan jenis burung bangau, bebek rawa dan burung pantai. Sementara di habitat kering (sabana) berkembang biak juga puluhan jenis burung maleo, nuri, kakatua dan cenderawasih.
Salah satu mamalia yang populasinya cukup tinggi di Wasur adalah rusa dan kanguru. burung cenderawasih dan kasuari serta jenis kakatua, nuri.
Taman nasional ini cocok dijadikan obyek wisata berburu rusa terbesar di Indonesia dimasa datang dan di era otonomi khusus Papua.
 
Taman nasional Wasur seluas 413.800 hektar memiliki hutan sabana basah paling luas di Indonesia bahkan Asia yang kaya dengan aneka jenis flora dan fauna langka serta merupakan tempat persinggahan burung junai yang migran dari Australia utara.
Selain itu sejumlah sungai yang melingkari kawasan taman nasional tersebut mrupakan tempat berkembang biak jenis ikan kakap dan arwana.
Di taman ini tumbuh subur berbagai jenis pohon bakau (mangrove), bambu dan sagu yang belum dimanfaatkan untukkepentingan masyarakat.
Terlihat pula satwa Rusa di kawasan tersebut bisa dilihat pada setiap petang saat mentari hampir terbenam.Satwa itu keluar dalam jumlah banyak untuk mencari minum dan pada saat itulah masyarakat melakukan pembantaian untuk dijadikan dendeng guna diantarpulaukan ke luar tanah Papua dengan harga relatif baik [kapanlagicom]

Ini adalah rumah rayap (musamus) yang hanya ada di TN Wasur, Merauke. Rumah rayap ini bisa mencapai ketinggian sampai 5 meter dengan bahan sarangnya terbuat dari rumput dan lumpur yang disusun oleh rayap
Rumah Semut begitu orang menyebutnya, padahal Musamus begitu sebutan penduduk lokal merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni rayap. Menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur sebagai semen untuk merekatkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun istana rayap ini.
Keistimewaan dari rumah rayap ini adah rancangan ventilasinya yang berupa lorong-lorong yang membantu melindungi dari air hujan, dan membantu melepas panas ke udara ketika musim panas tiba. Karena berbagai keistimawaan yang dipunyainya, maka tidak heran musamus dijadikan lambang daerah Kabupaten Merauke.
Musamus ini hanya dapat ditemukan di beberapa tempat di dunia, dan untuk di Indonesia mungkin hanya ada di Merauke saja. Kita dapat menemukan Musamus di Taman Nasional Wasur dan di beberapa wilayah di Kabupaten Merauke.


Taman Nasional Wasur mempunyai keunikan dan peran yang sangat strategis. Keunikan kawasan ini adalah adanya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang cukup tinggi.
Tipe Ekosistem :Terdapat 6 (enam) tipe ekosistem di kawasan Taman Nasional Wasur yaitu :
a. Ekosistem Rawa Berair Payau Musiman, terdapat di daerah Rawa Taram, Rawa Kitar-kitar hingga daerah Waam dan Samleber.
b. Ekosistem Rawa Berair Tawar Permanen, terdapat di daerah Danau Rawa Biru, Ukra, Maar dan Kankania.
c. Ekosistem Pesisir Berair Tawar, terdapat di daerah Mbo, Okilur, Rawa Pilmul dan Rawa Badek.
d. Ekosistem Daratan Berair Tawar, terdapat di sepanjang jalan Trans Irian.
e. Ekosistem Pesisir Berair Payau – Asin, terdapat di daerah sekitar pemukiman sektor pantai kecuali Kampung Kondo.
f. Ekosistem Daratan Berair Payau, terdapat di Kampung Wasur, Rawa Ndalir dan Kampung Sota.

Flora : secara umum jenis vegetasi di dalam kawasan TN Wasur dikelompokkan dalam 10 (sepuluh) kelas hutan yaitu Hutan Dominan Melaleuca sp, Hutan Co-Dominan Melaleuca sp – Eucalyptus sp, Hutan Jarang, Hutan Pantai, Hutan Musim, Hutan Pinggir Sungai, Hutan Bakau, Sabana, Padang Rumput dan Padang Rumput Rawa. Adapun vegetasinya didominasi oleh Melaleuca sp, Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalyptus sp, Acacia sp, Alstonia actinopilla, Dilenia alata, Baksia dentata, Graminae sp, Pandannus sp, Cycas sp, Amorphopalus sp, Anggrek dan lain-lain.
Fauna : Keanekaragaman jenis fauna di Kawasan TN Wasur terdiri dari :
a. Mamalia
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terdapat 34 spesies dari 80 spesies mamalia yang terdidentifikasi. Mamalia besar di kawasan TN Wasur adalah kangguru lapang (Macropus agilis), Kangguru hutan/biasa (Darcopsis veterum) dan Kangguru Tanah (Thylogale brunii). Disamping itu terdapat mamalia lain yaitu musang hutan (Dasyurus spartacus), Kuskus berbintik (Spilocuscus Petaurus breviceps) dikenal masyarakat setempat sebagai tupai dan lain-lain.

b. Aves (Burung)
TN Wasur memiliki keanekaragaman burung yang telah tercatat 403 species dengan 74 species diantaranya endemik Papua dan diperkirakan terdapat 114 species yang dilindungi. Jenis-jenis burung tersebut antara lain : Garuda Papua (Aquila gurneyei), Cenderawasih (Paradisea apoda novaguineae), Kakatua (Cacatua sp), Mambruk (Crown pigeons), Kasuari (Cassowary), Elang (Circus sp.), Alap-alap (Accipiter sp.) dan lain-lain. Disamping itu lahan basah yang dimiliki TN Wasur merupakan tempat yang sangat penting bagi burung migran dari Australia dan New Zealand seperti : Bagau abu-abu/Ndarau (Cranes Trans-fly), Pelikan, Ibis (Stra-necked, Glossy dan White), Boha (Magpie geese), Burung Pantai (Plovers, Australian Pratincole) dan Paruh sendok (Royal spoonbills).
c. Pisces (Ikan)
Kawasan TN Wasur merupakan lahan basah yang luas, dimana banyak kehidupan aquatik yang menjadi komponen penting bagi keanekaragaman hayati dalam kawasan. Teradapat 39 jenis ikan dari 72 jenis yang ada, yang 32 jenis diantaranya terdapat di Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di Sungai Maro seperti Scleropages jardinii, Cochlefelis, Doiichthys, Nedystoma, Tetranesodon, Iriatherina dan Kiunga dan lain-lain.
d. Reptil dan Ampfibi
Hasil survey terdapat 26 jenis reptil yaitu 2 jenis buaya (Crocodylus porosus dan Crocodylus novaguineae), 3 jenis biawak (Varanus sp.), 4 jenis kura-kura, 5 jenis kadal (Mabouya sp.), 8 jenis ular (Condoidae, Liasis, Pyton) dan 1 jenis bunglon (Calotus jutatas) dan 3 jenis katak; katak pohon (Hylla crueelea), katak pohon irian (Litoria infrafrenata) dan katak hijau (Rona macrodon).
e. Insekta (Serangga)
Yang tercatat di TN Wasur terdapat 48 jenis, diantaranya : Rayap (Tumulitermis sp. dan Protocapritermis sp.), Kupu-kupu (Ornithoptera priamus), semut (Formicidae, Nytalidae, Pieridae) dan lain-lain. Selain jenis fauna asli, di dalam kawasan TN Wasur juga terdapat jenis-jenis fauna eksotik seperti : rusa (Cervus timorensis), Sapi (Bos sp.) serta bermacam-macam spesies ikan seperti :betik (Anabas testudineus), gabus (Crassis auratus), Mujair (Orechromis mossambica) dan Tawes (Cyprinus carpio).[btnwasur.blogspot.com]
Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon (Dendrolagus spadix), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (Casuarius casuarius sclateri), dara mahkota/mambruk (Goura cristata), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda novaeguineae), cendrawasih raja (Cicinnurus regius rex), cendrawasih merah (Paradisea rubra), buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus)


https://wisatapapua.wordpress.com/wisata-provinsi-papua/taman-nasional-wasur/