Cara pencapaian lokasi:
Dari Jayapura ke Merauke (Plane) dengan waktu 1,5 jam, kemudian dari
Merauke ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu satu
sampai dua jam melalui jalan trans Irian (Jayapura-Merauke)

Peneliti
Badan Suaka Alam Sedunia (WWF) menemukan sekitar 390 jenis burung di
Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke, Papua. Di taman nasional
tersebut hidup juga sekitar 80 jenis mamalia yang 20 di antaranya
endemik (Berdiam disatu tempat tertentu)Dengan memiliki sekitar 390
jenis burung, maka taman nasional itu merupakan wilayah paling kaya akan
jenis burung di Tanah Papua bahkan di
Indonesia.juga
berkembang biak puluhan jenis burung bangau, bebek rawa dan burung
pantai. Sementara di habitat kering (sabana) berkembang biak juga
puluhan jenis burung maleo, nuri, kakatua dan cenderawasih.
Salah satu mamalia yang populasinya cukup tinggi di Wasur adalah rusa
dan kanguru. burung cenderawasih dan kasuari serta jenis kakatua, nuri.
Taman nasional ini cocok dijadikan obyek wisata berburu rusa terbesar di
Indonesia dimasa datang dan di era otonomi khusus Papua.

Taman
nasional Wasur seluas 413.800 hektar memiliki hutan sabana basah paling
luas di Indonesia bahkan Asia yang kaya dengan aneka jenis flora dan
fauna langka serta merupakan tempat persinggahan burung junai yang
migran dari Australia utara.
Selain itu sejumlah sungai yang melingkari kawasan taman nasional
tersebut mrupakan tempat berkembang biak jenis ikan kakap dan arwana.
Di taman ini tumbuh subur berbagai jenis pohon bakau (mangrove), bambu
dan sagu yang belum dimanfaatkan untukkepentingan masyarakat.
Terlihat pula satwa Rusa di kawasan tersebut bisa dilihat pada setiap petang saat mentari hampir
terbenam.Satwa
itu keluar dalam jumlah banyak untuk mencari minum dan pada saat itulah
masyarakat melakukan pembantaian untuk dijadikan dendeng guna
diantarpulaukan ke luar tanah Papua dengan harga relatif baik
[kapanlagicom]

Ini
adalah rumah rayap (musamus) yang hanya ada di TN Wasur, Merauke. Rumah
rayap ini bisa mencapai ketinggian sampai 5 meter dengan bahan
sarangnya terbuat dari rumput dan lumpur yang disusun oleh rayap
Rumah Semut begitu orang menyebutnya, padahal Musamus begitu sebutan
penduduk lokal merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni rayap.
Menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur
sebagai semen untuk merekatkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama
untuk membangun istana rayap ini.
Keistimewaan dari rumah rayap ini adah rancangan ventilasinya yang
berupa lorong-lorong yang membantu melindungi dari air hujan, dan
membantu melepas panas ke udara ketika musim panas tiba. Karena berbagai
keistimawaan yang dipunyainya, maka tidak heran musamus dijadikan
lambang daerah Kabupaten Merauke.
Musamus ini hanya dapat ditemukan di beberapa tempat di dunia, dan
untuk di Indonesia mungkin hanya ada di Merauke saja. Kita dapat
menemukan Musamus di Taman Nasional Wasur dan di beberapa wilayah di
Kabupaten Merauke.

Taman
Nasional Wasur mempunyai keunikan dan peran yang sangat strategis.
Keunikan kawasan ini adalah adanya keanekaragaman sumber daya alam
hayati yang cukup tinggi.
Tipe Ekosistem :Terdapat 6 (enam) tipe ekosistem di kawasan Taman Nasional Wasur yaitu :
a. Ekosistem Rawa Berair Payau Musiman, terdapat di daerah Rawa Taram, Rawa Kitar-kitar hingga daerah Waam dan Samleber.
b. Ekosistem Rawa Berair Tawar Permanen, terdapat di daerah Danau Rawa Biru, Ukra, Maar dan Kankania.
c. Ekosistem Pesisir Berair Tawar, terdapat di daerah Mbo, Okilur, Rawa Pilmul dan Rawa Badek.
d. Ekosistem Daratan Berair Tawar, terdapat di sepanjang jalan Trans Irian.
e. Ekosistem Pesisir Berair Payau – Asin, terdapat di daerah sekitar pemukiman sektor pantai kecuali Kampung Kondo.
f. Ekosistem Daratan Berair Payau, terdapat di Kampung Wasur, Rawa Ndalir dan Kampung Sota.

Flora
: secara umum jenis vegetasi di dalam kawasan TN Wasur dikelompokkan
dalam 10 (sepuluh) kelas hutan yaitu Hutan Dominan Melaleuca sp, Hutan
Co-Dominan Melaleuca sp – Eucalyptus sp, Hutan Jarang, Hutan Pantai,
Hutan Musim, Hutan Pinggir Sungai, Hutan Bakau, Sabana, Padang Rumput
dan Padang Rumput Rawa. Adapun vegetasinya didominasi oleh Melaleuca sp,
Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalyptus sp, Acacia sp, Alstonia
actinopilla, Dilenia alata, Baksia dentata, Graminae sp, Pandannus sp,
Cycas sp, Amorphopalus sp, Anggrek dan lain-lain.
Fauna : Keanekaragaman jenis fauna di Kawasan TN Wasur terdiri dari :
a. Mamalia
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terdapat 34 spesies dari 80
spesies mamalia yang terdidentifikasi. Mamalia besar di kawasan TN Wasur
adalah kangguru lapang (Macropus agilis), Kangguru hutan/biasa
(Darcopsis veterum) dan Kangguru Tanah (Thylogale brunii). Disamping itu
terdapat mamalia lain yaitu musang hutan (Dasyurus spartacus), Kuskus
berbintik (Spilocuscus Petaurus breviceps) dikenal masyarakat setempat
sebagai tupai dan lain-lain.

b. Aves (Burung)
TN Wasur memiliki keanekaragaman burung yang telah tercatat 403 species
dengan 74 species diantaranya endemik Papua dan diperkirakan terdapat
114 species yang dilindungi. Jenis-jenis burung tersebut antara lain :
Garuda Papua (Aquila gurneyei), Cenderawasih (Paradisea apoda
novaguineae), Kakatua (Cacatua sp), Mambruk (Crown pigeons), Kasuari
(Cassowary), Elang (Circus sp.), Alap-alap (Accipiter sp.) dan
lain-lain. Disamping itu lahan basah yang dimiliki TN Wasur merupakan
tempat yang sangat penting bagi burung migran dari Australia dan New
Zealand seperti : Bagau abu-abu/Ndarau (Cranes Trans-fly), Pelikan, Ibis
(Stra-necked, Glossy dan White), Boha (Magpie geese), Burung Pantai
(Plovers, Australian Pratincole) dan Paruh sendok (Royal spoonbills).
c. Pisces (Ikan)
Kawasan TN Wasur merupakan lahan basah yang luas, dimana banyak
kehidupan aquatik yang menjadi komponen penting bagi keanekaragaman
hayati dalam kawasan. Teradapat 39 jenis ikan dari 72 jenis yang ada,
yang 32 jenis diantaranya terdapat di Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di
Sungai Maro seperti Scleropages jardinii, Cochlefelis, Doiichthys,
Nedystoma, Tetranesodon, Iriatherina dan Kiunga dan lain-lain.
d. Reptil dan Ampfibi
Hasil survey terdapat 26 jenis reptil yaitu 2 jenis buaya (Crocodylus
porosus dan Crocodylus novaguineae), 3 jenis biawak (Varanus sp.), 4
jenis kura-kura, 5 jenis kadal (Mabouya sp.), 8 jenis ular (Condoidae,
Liasis, Pyton) dan 1 jenis bunglon (Calotus jutatas) dan 3 jenis katak;
katak pohon (Hylla crueelea), katak pohon irian (Litoria infrafrenata)
dan katak hijau (Rona macrodon).
e. Insekta (Serangga)
Yang tercatat di TN Wasur terdapat 48 jenis, diantaranya : Rayap
(Tumulitermis sp. dan Protocapritermis sp.), Kupu-kupu (Ornithoptera
priamus), semut (Formicidae, Nytalidae, Pieridae) dan lain-lain. Selain
jenis fauna asli, di dalam kawasan TN Wasur juga terdapat jenis-jenis
fauna eksotik seperti : rusa (Cervus timorensis), Sapi (Bos sp.) serta
bermacam-macam spesies ikan seperti :betik (Anabas testudineus), gabus
(Crassis auratus), Mujair (Orechromis mossambica) dan Tawes (Cyprinus
carpio).[btnwasur.blogspot.com]
Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon (Dendrolagus spadix), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (Casuarius casuarius sclateri), dara mahkota/mambruk (Goura cristata), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda novaeguineae), cendrawasih raja (Cicinnurus regius rex), cendrawasih merah (Paradisea rubra), buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus)